Cawapres Diharapkan Bahas Kurikulum & Calon Guru Saat Debat Ketiga
Sesi pertama debat pilpres 2019 di hotel bidakara. tirto.id/Andrey Gromico

Pemerhati Pendidikan Doni Koesoema masih belum melihat kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden fokus membahas persoalan pendidikan di Indonesia. Menurut dia, hanya satu paslon yang sempat membahas, namun itu hanyalah pengulangan dari program yang sudah ada.

"Sama sekali tidak. Masalah pendidikan tidak dibahas. Kecuali Paslon 01 yang mengajukan KIP Kuliah," ujarnya kepada Tirto, Jumat (15/3/2019).

Padahal, menurutnya, ada banyak persoalan pendidikan yang masih perlu ditanggapi oleh para calon pemerintah ke depannya. Salah satunya terkait proses belajar dalam kurikulum pendidikan sekarang yang menurut Doni masih perlu dikaji ulang. Pasalnya sistem pendidikan yang ada, mengedepankan standarisasi pembelajaran dan penilaian.

"Kalau sistem sekarang dibiarkan, misalnya jumlah mapel terlalu banyak, sistem ujian standar yang tidak relevan, seperti UN diteruskan, pendidikan kita akan tertinggal," ujarnya.

Hal lainnya yang perlu disikapi kedua paslon, menurut Doni ialah perihal nasib mahasiswa-masiswa calon guru. Dalam catatannya terdapat 1,3 juta orang dari sekitar 320 LPTK dengan kualitas yang belum merata. Yang mana berpotensi menyumbang angka pengangguran.

"Yang lulus setiap tahun rata-rata 250 ribu mahasiswa. Guru pensiun sekitar 75 ribu per tahun. Saat mereka lulus, calon guru ini kemungkinan besar menganggur," tuturnya.

Setidaknya menurut Doni, dua hal tersebut dibahas dalam debat ketiga nanti. Publik, lanjutnya, perlu tahu bagaimana sikap para calon-calon pemimpin tersebut.

"Kami ingin tahu apakah mereka paham persoalan dan tahu solusinya untuk masalah pendidikan dan kebudayaan," pungkasnya.

Pada 17 Maret 2019 nanti akan diselenggarakan debat ketiga antara para calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat. Debat tersebut bertema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan. Debat ini akan disiarkan secara langsung di Trans TV, Trans7, dan CNN TV Indonesia.

Artikel Asli
TERKAIT