PARTAI BERKARYA
PROFIL PARTAI
 
NOMOR URUT
7
TANGGAL BERDIRI
2018-03-06
KANTOR PUSAT
Jalan Pangeran Antasari Nomor 20, Cilandak, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
KETUA UMUM

 Neneng A. Tutty    

SEKERTARIS JENDRAL

 Badaruddin Andi Picunang

KETUA FRAKSI

 Badaruddin Andi Picunang

IDEOLOGI
 Pancasila
KURSI DPR
0 / 560
WEBSITE
SEJARAH

Partai Berkarya, adalah sebuah partai politik yang merupakan fusi dari 2 partai politik, yaitu Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik. Partai ini didirikan pada tanggal 15 Juli 2016, dan mendapatkan legitimasi hukum dan sah sebagai partai politik di Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2016 setelah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengeluarkan surat keputusan. Partai Berkarya dipimpin oleh Neneng A. Tutty, dan posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Badaruddin Andi Picunang. Ketua Majelis Tinggi dan Dewan Pembina Partai dipegang oleh Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

Partai Berkarya pada umumnya membuat program yang nyaris sama dengan partai lainnya, seperti memberikan bantuan kepada petani, nelayan, hingga usaha kecil dan menengah.Mereka juga menargetkan untuk bisa mengikuti Pemilu 2019 dan menempati peringkat 3 besar.

Pada tahun 2009, Tommy Soeharto ikut bertarung memperebutkan kepemimpinan Partai Golkar, bekas kendaraan politik ayahnya, namun gagal meraih suara. Pada tahun 2016, sebuah laporan menyatakan bahwa Tommy akan kembali mengikuti pemilihan ketua umum Golkar, namun dirinya tidak berpartisipasi. Sebagai gantinya, ia bergabung dengan Partai Berkarya yang baru terbentuk.

Berkarya adalah hasil penggabungan dari Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik (Nasrep). Partai ini didirikan pada tanggal 15 Juli 2016 bertepatan dengan ulang tahun Tommy, dan diakui oleh pemerintah sebagai partai politik yang sah pada tanggal 17 Oktober 2016. Pada tanggal 13 Oktober 2017, partai ini terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bersaing di pemilihan umum tahun 2019.

Secara kontroversial, Partai Berkarya menggunakan logo pohon beringin dan warna kuning yang telah menjadi ciri khas Golkar. Ketua Umum Berkarya Neneng A. Tuty mengatakan bahwa ini hanya kesamaan semata-mata dan bukan upaya untuk meniru Golkar.

Pada tahun 2017, Berkarya mengumumkan bahwa mereka akan mengusung Tommy sebagai calon presiden untuk masa jabatan 2019 hingga 2023 "untuk memulihkan kejayaan Indonesia, seperti swasembada pangan, pembangunan dan menciptakan keadilan". Di sisi lain, pengacara Tommy kemudian membantah bahwa kliennya akan berpartisipasi untuk jabatan tersebut.

Kebijakan dan rencana
Situs web Berkarya menyatakan bahwa mereka bertujuan untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat dalam setiap keputusan dan kebijakan politik dan pemerintahan.

Pada tahun pertama eksistensinya, Berkarya mendirikan kepengurusan daerah di 34 provinsi di Indonesia dan di 514 kabupaten dan kota, sesuai dengan persyaratan verifikasi dari KPU bagi partai-partai yang ingin mengikuti pemilihan umum 2019. Partai ini berharap bisa masuk dalam tiga partai teratas pada pemilu 2019 dengan memanfaatkan rasa nostalgia masyarakat terhadap era Soeharto. Neneng menyatakan dirinya yakin bahwa Berkarya bisa menempati posisi dua besar, karena banyaknya tokoh dan politikus ternama yang bergabung dalam partai tersebut. Ia juga meyakini bahwa masih banyak orang yang merindukan kemakmuran era Soeharto.

Pada tanggal 23 Januari 2017, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Berkarya Kota Makassar secara resmi membentuk Srikandi Partai Berkarya, untuk merekrut anggota-anggota baru dan mensosialisasikan Partai Berkarya di tengah-tengah masyarakat Kota Makassar.

Pada bulan Agustus 2017, Berkarya meresmikan sayap partai yang disebut Perisai (yang merupakan akronim dari Patriot Organisasi Pagar Negeri). Ketua Umum Perisai, Tri Joko Susilo, mengatakan bahwa organisasi ini bertujuan untuk melindungi agenda politik Tommy beserta partai, dan melindungi Indonesia dari masalah kemiskinan, disintegrasi dan tantangan global. Organisasi ini menyatakan bahwa mereka akan berusaha memperbaiki rantai distribusi komoditas untuk memperbaiki ketidakseimbangan yang saat ini menguntungkan para tengkulak petani. Perisai berencana untuk secara bertahap membangun gudang atau titik transit untuk produk pertanian, perkebunan dan hasil perikanan, sehingga perantara tidak lagi dapat mengeksploitasi produsen. Tri Joko mengatakan bahwa Perisai akan membantu mengembalikan kejayaan pangan Indonesia dengan mempromosikan penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan kualitas tanah dan hasilnya.

Organisasi
Tommy adalah ketua Dewan Pembina Partai dan Majelis Tinggi Partai. Ketua Umum partai dijabat oleh Neneng A. Tuty, mantan promotor tinju yang juga memimpin Partai Nasrep dan kelompok nasionalis sayap kanan Laskar Merah Putih. Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Laksamana TNI (Purn.) Tedjo Edi Purdijatno, adalah Ketua Dewan Pertimbangan di partai ini. Mantan Komandan Jenderal Kopassus dan mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Muchdi Purwoprandjono, menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai. Mantan Komandan Polisi Militer TNI dan mantan kepala bidang intelijen Kejaksaan Agung, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Syamsu Djalal, menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat.

Berkarya mengalami konflik internal pada bulan Juli 2017 ketika salah satu pengurus Dewan Pimpinan Pusat, Nurul Candrasari yang juga mantan anggota Golkar, dipecat dari posisinya. Dia menanggapi dengan melaporkan Neneng dan Badaruddin ke polisi atas pemecatan yang dianggapnya "ilegal".

Dewan Pimpinan Pusat
Ketua Dewan Pembina Partai: Hutomo Mandala Putra
Ketua Dewan Pertimbangan: Tedjo Edhy Purdijatno
Ketua Dewan Kehormatan: Syamsu Djalal
Ketua Majelis Tinggi: Hutomo Mandala Putra
Ketua Dewan Pakar: Laode Kamaluddin
Dewan Eksekutif
Ketua Umum: Neneng A. Tutty
Wakil Ketua: Sonny Puji Sasono, Tintin Hendrayani, Ourida Seskania, Hari Saputra Yusuf
Ketua Harian Partai: Arsyad Kasmar
Sekretaris Jenderal: Badaruddin Andi Picunang
Bendahara Umum: Raden Mas Hendryanto Joyoningrat